KORANHeadline.com, KENDARI – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Semiloka pada Sabtu, (1/11/2025), di Claro Kendari.
Mengangkat tema “Transformasi Bersama Rumah Sakit Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi forum konsolidasi bagi seluruh pelaku kesehatan di Sultra untuk meningkatkan mutu layanan.
Acara dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Sultra Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ir. Sukanto Toding yang mewakili Gubernur. Turut dihadiri Ketua Umum Persi dr. Bambang Wibowo, Ketua Persi dr. Asridah Mukaddim, Kepala BPJS Kesehatan Kendari Rinaldi Wibisono, Kepala RS Jantung dr. Sukirman dan lainnya.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Sukanto Toding menyambut baik tema Semiloka, menegaskan bahwa transformasi besar di bidang kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri.
“Transformasi bersama menunjukkan bahwa perubahan besar di bidang kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Rumah sakit harus menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi rumah sakit kini wajib dilakukan, bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga transformasi nilai, paradigma, dan budaya kerja.
Pemerintah Provinsi Sultra sendiri telah menyiapkan empat langkah strategis untuk memperkuat sistem kesehatan daerah, yakni, Peningkatan Akses dan Pemerataan Layanan: Mendorong penguatan rumah sakit rujukan di kabupaten/kota.
Selanjutnya, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM): Melalui pelatihan, kerja sama pendidikan, dan pemberian beasiswa untuk dokter spesialis/subspesialis.
Kemudian, pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi: Mendorong penerapan rekam medis elektronik dan sistem antrian digital, dan peningkatan Tata Kelola dan Akreditasi untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien.
Ketua PERSI Sultra, dr. Asridah Mukkadim melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi rumah sakit dalam segala aspek, utamanya dalam peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, dan aksesibilitas.
Antusiasme peserta tercatat sangat tinggi, dihadiri oleh 250 orang yang terdiri dari direktur rumah sakit, manajemen, dokter, dan tenaga kesehatan dari seluruh kabupaten/kota se-Sultra.
“Bahkan tadi malam saya sempat terharu ada yang WA saya, ‘Saya lagi di atas kapal, ya Allah, adikku saya doakan supaya kapal ini tidak pecah karena mama masih berlayar.’ Ini karena dedikasi dan kecintaan mereka ke Perhimpunan Rumah Sakit,” ungkap dr. Asridah, menghormati perjuangan peserta yang datang dari pulau-pulau terpencil.
Semiloka ini diramaikan dengan berbagai kegiatan, termasuk, Lomba penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit, Lomba video layanan unggulan rumah sakit, dan Hospital Gathering Night yang menjanjikan ratusan hadiah dari sponsor.
Ditempat sama, Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo yang hadir sangat mengapresiasi lomba PPI yang diselenggarakan PERSI Sultra. Ia menilai PPI adalah dasar penting bagi keselamatan pasien.
Lebih lanjut, dr. Bambang menekankan pentingnya inovasi dan berbagi pengalaman.
“Kalau nanti ada satu rumah sakit yang berhasil menjadi pemenang, itu harusnya bisa berbagi pengalaman terbaiknya untuk rumah sakit-rumah sakit lain. Itulah proses advance (kemajuan) yang tidak perlu Bapak/Ibu datang duduk di suatu tempat, tapi bisa belajar dari pengalaman terbaik,” pesannya.
Semiloka ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara rumah sakit dan memperkokoh komitmen bersama dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tenggara. (red/ID)















