KORANHeadline.com, KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari memberikan pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana ke masyarakat, relawan, serta pemangku kepentingan, Rabu (20/8/2025).
Pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Amir Hasan, S.TP., M.Si, didampingi Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, S.E., M.M.
Dalam arahannya Sekda menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh lapisan masyarakat terhadap potensi bencana yang rawan terjadi di Kota Kendari, mengingat kondisi geografis kota yang berada di antara pegunungan dan laut.
“Melalui pelatihan ini, kita berharap para peserta dapat memperdalam pengetahuan tentang berbagai jenis bencana, tanda-tanda awal, serta langkah pencegahan yang tepat. Selain itu, pelatihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana dan memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat,” ungkap Jenderal ASN tersebut.
Ditempat sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari Cornelius Padang, dalam laporannya, menyampaikan bahwa masih banyak keterbatasan fasilitas penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah daerah.
Ia mencontohkan, minimnya peralatan seperti perahu karet dan pompa air yang sudah berusia tua, sehingga perlu dilakukan peremajaan untuk menunjang keselamatan masyarakat di musim hujan.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa saat kunjungan ke BPBD pusat, Kendari mengajukan anggaran sekitar Rp4,5 miliar hingga Rp5 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain yang bisa mencapai Rp40–50 miliar.
Padahal, dengan kondisi topografis yang rawan bencana, kebutuhan logistik dan sarana penanggulangan di Kendari seharusnya lebih besar.
Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat koordinasi antara BPBD, relawan, dan masyarakat. Relawan dianggap sebagai ujung tombak penanggulangan bencana yang seringkali terjun langsung tanpa pamrih ke lapangan saat bencana terjadi.
“Kami sangat menghargai para relawan. Minimal, kita bisa memberikan dukungan, walau sekecil bensin, agar mereka tetap bisa bekerja maksimal. Karena apa yang dilakukan relawan adalah amal jariyah yang kelak bernilai ibadah,” terang mantan Kepala Bappeda Kota Kendari. (red/id)















