Daerah

Kebun Raya UHO Miliki Koleksi Baru Lima Jenis Anggrek Endemik Sulawesi Hasil Eksplorasi di Pulau Sombori

2243
×

Kebun Raya UHO Miliki Koleksi Baru Lima Jenis Anggrek Endemik Sulawesi Hasil Eksplorasi di Pulau Sombori

Sebarkan artikel ini

KORANHeadline.com, KENDARI – Kebun Raya Univeritas Halu Oleo (UHO) kembali menerima hibah koleksi tumbuhan endemik Sulawesi hasil eksplorasi di Pulau Sombori, Sulawesi Tengah.

Sebanyak 132 spesimen koleksi dari tumbuhan berkayu, herba dan anggrek. Total 15 jenis anggrek Sulawesi dengan total 27 spesimen, 5 jenis diantaranya adalah koleksi baru KR UHO. Kelima jenis anggrek tersebut adalah Bulbophyllum klabatense, Bulbophyllum sp., Trichogolothis celebensis, Dendrobium sp., Coelogyne asperata.

Baca Juga :  Pastikan Legalitas BBM Industri, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Terapkan QR Code pada Armada Mobil Tangki

 

Selain anggrek, Kebun Raya UHO juga menerima koleksi tumbuhan Hoya, Begonia, Talas-talasan dan tumbuhan berkayu seperti Manilkara Celebica. Semua koleksi tersebut dihibahkan oleh Arman Botanica selaku Pemerhati Tumbuhan Endemik Sulawesi dan tim Ekspedisi Nature Evolution dengan harapan dapat menjadi koleksi Kebun Raya UHO sebagai bagian dari konservasi tumbuhan endemik Sulawesi serta mendukung kemajuan ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  Dinas Ketapang dan Baznas Kendari Jalin Sinergitas Siapkan Bantuan Pangan bagi 140 Warga Sambuli

“Saya baru kali ini melakukan kunjungan di sebuah kebun raya milik universitas dan melihat pengelolaannya benar-benar profesional serta membangkitkan spirit ilmiah. Terus maju dan berkembang Kebun Raya UHO,” Arman, Sabtu (3/5).

Sementara itu, Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati UHO, Prof Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si mengucapkan terima kasih kepada Arman dan Tim atas sumbangan koleksi tumbuhan endemik Sulawesi di Kebun Raya UHO.

Baca Juga :  Sepakat Berdamai, Orang Tua Korban dan Guru Supriyani Salam Salaman

“Koleksi tersebut akan terus dipelihara sehingga dapat tumbuh dengan baik. Selanjutnya koleksi tersebut dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian dan konservasi spesies,” ungkap Prof Dr. Faisal Danu Tuheteru yang juga Guru Besar FHIL UHO. (red/id)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!