Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya hanya di KORANHeadline.com!
NasionalPendidikan

Belajar Tak Sekadar di Kelas, Siswa SMAN 1 Kendari Eksplorasi Situs Sejarah Benteng Lapadi Konsel

907
×

Belajar Tak Sekadar di Kelas, Siswa SMAN 1 Kendari Eksplorasi Situs Sejarah Benteng Lapadi Konsel

Sebarkan artikel ini
Foto bersama disela eksplorasi Benteng Lapadi

KORANHeadline.com, KENDARI – Puluhan siswa kelas XII E1 SMA Negeri 1 Kendari melakukan kunjungan lapangan ke situs bersejarah Benteng Lapadi di Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran sejarah berbasis pengamatan langsung untuk memperluas wawasan siswa tentang peninggalan masa kolonial.

Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (9/10/2026) hingga Minggu (11/10/2026), memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melihat secara langsung kondisi situs sejarah yang selama ini dipelajari melalui teori di ruang kelas.

Foto bersama sebelum bertolak ke situs Benteng Lapadi

Kepala SMAN 1 Kendari, Nur Aida, S.Pd mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman siswa melalui pengalaman nyata.

Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan teori, tetapi perlu didukung dengan pengamatan langsung terhadap objek yang dipelajari.

“Teori itu tidak cukup. Anak-anak perlu dikenalkan dengan lokasi atau tempat yang sebenarnya, sehingga mereka mengetahui secara konkret seperti apa objek yang dipelajari,” ungkap Nur Aida, Senin (12/10/2026).

Ia menilai, kunjungan ke situs sejarah merupakan program edukatif yang perlu mendapat dukungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya serta pentingnya menjaga kelestariannya.

ASN yang sebelumnya menjabat Kepsek SMAN 2 Kendari menyebut, pengalaman melihat langsung peninggalan sejarah dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih mendalam.

Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada hafalan materi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menghargai sejarah dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Guru Sejarah SMAN 1 Kendari, Orda, S.Pd menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan studi lapangan yang berkaitan dengan materi pengamatan benda-benda peninggalan masa kolonial dalam kurikulum pembelajaran.

Benteng Lapadi di Konawe Selatan dipilih sebagai salah satu objek pengamatan karena menyimpan jejak sejarah masa lalu.

“Setelah melihat langsung situs yang dimaksud, memang benteng itu ada. Bentuknya berupa susunan batu-batu alami yang menjadi salah satu peninggalan masa kolonial Belanda sekitar tahun 1900,” jelas Orda.

Ia menambahkan, kegiatan penelitian sejak dini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar pengamatan dan penelitian yang akan berguna ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selain itu, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat saat melakukan penelitian di lapangan.

Orda mengungkapkan, kegiatan pengamatan sejarah di luar museum tersebut merupakan pengalaman yang baru dilaksanakan pada tahun ini, meskipun program pembelajaran sejarah berbasis kunjungan telah rutin dijalankannya sejak 2005.

Ia berharap, pengalaman langsung di Benteng Lapadi dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap pelestarian situs budaya dan peninggalan sejarah, khususnya yang berada di Kecamatan Lainea dan wilayah Sulawesi Tenggara secara umum. (red/id)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya di sini!