Daerah

Hampir 7 Ribu Keluarga di Kota Kendari Terima MBG, Upaya Tekan Stunting Kian Optimal

598
×

Hampir 7 Ribu Keluarga di Kota Kendari Terima MBG, Upaya Tekan Stunting Kian Optimal

Sebarkan artikel ini
Jahudding .

KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Kendari terus mengoptimalkan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar kelompok prioritas yang dikenal sebagai 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.

Kepala DPPKB, Jahudding  mengungkapkan bahwa peran instansinya dalam program tersebut berfokus pada penyediaan data sasaran hingga membantu proses pendistribusian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga dengan risiko stunting.

Baca Juga :  Rampung, Rumah Sakit Tipe D Segera Difungsikan

Menurutnya, keterlibatan kader di lini lapangan menjadi kunci keberhasilan program ini. Para kader bertugas memastikan bantuan MBG dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada kelompok 3B yang telah terdata.

“Alhamdulillah, sampai saat ini cukup menggembirakan. Dari sasaran keluarga risiko stunting di Kota Kendari, sebanyak 6.919 keluarga sudah menjadi penerima manfaat MBG,” ungkapnya, Selasa (5/5).

Baca Juga :  Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp2,4 Triliun bagi Korban Kecelakaan Periode Januari - September

Ia menjelaskan bahwa total sasaran keluarga risiko stunting di Kendari mencapai lebih dari 8.000 keluarga. Dengan capaian tersebut, jumlah penerima MBG kini sudah mendekati angka 7.000 keluarga.

Meski demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, baik di tingkat lapangan maupun pengelola program MBG, guna menambah jumlah penerima manfaat, khususnya bagi kelompok 3B.

Program MBG dinilai memberikan dampak signifikan dalam upaya menekan angka stunting. Hal ini karena sasaran program mendapatkan tambahan asupan gizi secara rutin setiap hari.

Baca Juga :  Mudik Gratis BUMN 2026 Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik

Asupan makanan tambahan tersebut diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di luar program yang berlangsung di sekolah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga serta mempercepat penurunan angka stunting di Kota Kendari. (red)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *